Tragedi Lebaran di Pinggir: Ditinggal Istri Silaturahmi, Seorang Ayah Ditemukan Tewas Gantung Diri
PINGGIR, BATIN TOMAT– Suasana khidmat perayaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah RT 02 RW 04, Kelurahan Batin Tomat, Kecamatan Pinggir, berubah menjadi duka mendalam. Seorang pria bernama Eko, ayah dari tiga anak perempuan, ditemukan tidak bernyawa dalam posisi gantung diri di rumah kontrakannya pada Sabtu siang (21/03/2026).
Peristiwa memilukan ini bermula pada pagi hari saat keluarga berniat pergi bersilaturahmi lebaran. Karena keterbatasan kapasitas kendaraan, Eko merelakan istri dan ketiga anaknya berangkat terlebih dahulu. Korban sempat berjanji kepada pihak keluarga akan segera menyusul ke lokasi tujuan.
Namun, hingga siang hari, sosok Eko tak kunjung muncul. Curiga karena sang ayah tak kunjung datang, salah satu anak korban memutuskan untuk pulang ke rumah guna menjemputnya. Bak disambar petir di siang bolong, sang anak mendapati ayahnya sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi tergantung di dalam rumah.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan anggota DPC Ormas Bidik Tipikor yang juga merupakan tokoh warga setempat. Jekson Simorangkir, Ketua RT 01 RW 04 sekaligus tetangga depan rumah korban, mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Korban tinggal tepat di depan rumah saya. Tadi pagi istri dan anak-anaknya pergi lebaran, dia tinggal sendiri karena kendaraan tidak muat dan katanya mau menyusul. Namun, saat disusul anaknya ke rumah, korban ditemukan sudah gantung diri," ujar Jekson dalam keterangannya kepada media.
Sesaat setelah penemuan jasad, Jekson langsung berupaya menghubungi Bhabinkamtibmas, Pak Wawan. Namun, karena yang bersangkutan sedang menjalankan mudik lebaran, laporan diteruskan secara cepat ke pihak Polsek Pinggir.
Pihak kepolisian sempat tiba di lokasi untuk melakukan prosedur identifikasi dan menawarkan otopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Namun, pihak keluarga menyatakan keberatan dan memilih untuk segera mengurus jenazah.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah orang tuanya, Bapak Aziz, untuk proses pemandian dan segera dikebumikan secara layak oleh pihak keluarga.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi warga sekitar di tengah momen hari kemenangan. Hingga berita ini diturunkan, motif di balik tindakan nekat korban masih belum diketahui secara pasti.(Erwin)


