Langkah Nyata Aliansi Masyarakat Pasar Duri, Hidupkan Roh Gotong Royong Bareng Pedagang dan Birokrasi
DURI, MANDAU – Menepis ketergantungan pada anggaran pemerintah yang tengah mengetatkan ikat pinggang, Aliansi Masyarakat Pasar Duri (AMPD) mengambil langkah konkret demi menyelamatkan urat nadi perekonomian publik. Melalui Program Swadaya Masyarakat dan Swakelola Mandiri, AMPD menggelar aksi Gerakan Gotong Royong (Goro) massal untuk melakukan normalisasi drainase yang bertahun-tahun tersumbat di Kawasan Pasar Duri Sartika – Jl. Obor Utama, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau.
Aksi nyata ini dipicu oleh kondisi parit publik yang tertutup rapat oleh tumpukan tanah, pasir, hingga lapisan semen tebal yang membatu. Enggan melihat kawasan pasar terus-terusan terancam banjir, pengurus AMPD mengambil keputusan taktis: menyewa tukang ahli secara mandiri sejak Jumat (22/5/2026) lalu untuk membobok paksa beton yang menyumbat saluran air tersebut.
Hari ini, jerih payah itu memuncak melalui Gerakan Gotong Royong. Dipimpin langsung oleh jajaran teras AMPD—Dewan Penasihat Syafrizal (Pak Zal Panjang), Ketua AMPD Assep Rohman Rezza, Sekretaris I Erwinsaleh, S.A.P., dan Bendahara Asrizal—warga bahu-membahu melangsir sisa-sisa material tanah galian di bawah terik matahari.Ada kisah inspiratif di balik aksi ini. Dewan Penasihat AMPD, Syafrizal atau yang akrab disapa Pak Zal Panjang, secara sukarela merogoh kantong pribadinya demi memastikan para pekerja tetap bisa bergerak selama satu minggu penuh ini.
"Tukang sudah bekerja seminggu penuh dari hari Jumat, 22 Mei lalu. Tenaga yang dikeluarkan benar-benar ekstra karena semennya tebal sekali. Untuk sementara, karena ini demi kepentingan bersama, upah tukangnya saya talangi dulu dari uang pribadi saya. Ini murni gerakan gotong royong karena parit ini sebenarnya ada, cuma tertutup tumpukan tanah, pasir, dan semen tebal," ungkap Pak Zal Panjang di lokasi kegiatan, Sabtu (30/5/2026).
Mengingat proyek infrastruktur berskala swadaya ini memakan biaya yang lumayan besar dan memerlukan keberlanjutan, AMPD mengambil langkah strategis jangka panjang. Mereka kini tengah menyusun rencana untuk menggalang kerja sama melalui proposal kepada para pelaku usaha di kawasan pasar, serta berkomitmen penuh untuk melibatkan pemerintah setempat secara aktif agar perbaikan ini berjalan maksimal dan permanen.
Ketua AMPD, Assep Rohman Rezza, blak-blakan menyebut bahwa aksi Gerakan Gotong Royong ini terpaksa digalakkan karena proyek perbaikan dari Pemerintah Daerah tak kunjung tampak di lokasi tersebut. Namun ke depan, ia membuka lebar pintu kolaborasi multilateral demi kelancaran fasilitas publik.
"Sebenarnya ini bukan ranah program kami, tapi mengingat segala proyek dari Pemda belum ada, kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi fasilitas umum yang rusak dan tersumbat ini. Karena pengerjaan ini memakan biaya yang lumayan besar, ke depan kami juga akan melayangkan proposal kepada para pelaku usaha di pasar dan tentunya akan ikut melibatkan pemerintah setempat dalam gerakan ini," tegas Assep.
Di akhir kalimatnya, Assep memberikan pernyataan kuat mengenai esensi dari sinergi dan aksi nyata di lapangan.
"Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, kegiatan ini tetap harus berjalan berkat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat. Apa yang belum dapat terakomodasi oleh anggaran negara, kita upayakan bersama melalui kebersamaan, kolaborasi dengan pelaku usaha, dan aksi nyata di lapangan!" pungkas Assep membakar semangat warga.
Aksi nyata Gerakan Gotong Royong yang dipelopori pengurus AMPD dan warga Pasar Duri ini kini menuai apresiasi luas serta respons positif dari berbagai kalangan masyarakat. Gerakan ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiasi swadaya masyarakat mampu menjadi jembatan yang menyatukan sektor swasta dan birokrasi untuk bergerak bersama demi kepentingan umum.(Erwin)





