-->
BREAKING NEWS

Gegerkan Warga! Ngaku Yatim Piatu Saat Terlantar 2 Hari, Balita di Bathin Solapan Akhirnya Dijemput Orang Tua Usai Respons Kilat Dinsos

DURI, BATSOL – Drama penemuan seorang balita berinisial MHP (5) yang terlantar selama dua hari di Jalan Seni Alam, Desa Tambusai Batang Dui, berakhir haru. Balita yang sempat membuat geger warga karena mengaku sebatang kara ditinggal mati orang tuanya itu, akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan keluarga kandungnya pada Rabu malam (13/5/2026).

Situasi di wilayah Seni Alam sempat memanas pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB ketika kerumunan warga mulai memadati lokasi penemuan anak tersebut. Merespons laporan darurat dari masyarakat, tim Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis menunjukkan gerak cepat. Hanya dalam waktu setengah jam setelah informasi diterima, petugas sosial sudah tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Tim yang terdiri dari Lili Suryani, S.Pd.I, Sri Handayani, S.Psi, dan R. Dayat, bersama Kadus Tambusai Batang Dui, Bapak Fikri, langsung mengambil tindakan pengamanan untuk meredam kerumunan massa yang terus berdatangan karena penasaran.

Kejadian ini sempat membingungkan warga dan petugas karena sang balita bersikeras mengaku bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Namun, kebohongan polos sang anak terungkap saat salah seorang warga mengenali wajahnya dan segera menghubungi keluarga yang bersangkutan.

Diketahui, selama dua hari menghilang dari rumah, balita tersebut dirawat, dimandikan, dan diberikan makan oleh seorang warga bernama Ibu Lis. Petugas sosial Sri Handayani, S.Psi, menegaskan bahwa keselamatan anak adalah prioritas utama malam itu.

"Awalnya, jika orang tuanya tidak ditemukan, instruksi kami sudah jelas yakni menitipkan anak tersebut ke panti asuhan demi keselamatannya. Namun, karena keluarga berhasil dihubungi dan datang menjemput, rencana penitipan dibatalkan," ujar Sri Handayani.

Petugas sosial Lili Suryani, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Bapak Hambali.

"Pesan dari pimpinan kami, Pak Kadis Hambali, sangat jelas: setiap laporan masyarakat harus segera direspons dan ditindaklanjuti tanpa menunda. Kami hadir untuk memastikan pemerintah hadir saat warga membutuhkan, terutama dalam kasus perlindungan anak," tegas Lili Suryani.

Identitas orang tua balita tersebut diketahui bernama Ahmad (27) dan Putri Rahman Novita, warga asal Payakumbuh, Sumatera Barat, yang tinggal di Jalan Nila, Kelurahan Air Jamban. Meski sang ayah sempat merasa heran karena menganggap anaknya tidak melakukan tindak kriminal, petugas tetap memberikan edukasi keras mengenai risiko membiarkan balita berkeliaran selama dua hari tanpa pengawasan.

Kejadian ini tercatat sebagai kali kedua sang anak lepas dari pengawasan, setelah sebelumnya sempat ditangani oleh pihak Kepolisian (Kapolsek Mandau). Kasus ini akhirnya dinyatakan selesai secara kekeluargaan di hadapan tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat.(Erwin)



Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment