Suami Kritis Kecelakaan Duri 13 Diantar Ambulans RSUD: Pulang ke Pelukan Istri yang Baru Melahirkan Berkat Gerak Cepat Dinsos Bengkalis!
DURI – Suasana haru dan air mata bahagia menyelimuti sebuah rumah sederhana di kawasan perbatasan Bathin Betuah, Selasa (27/10/2026). Korban kecelakaan tunggal maut yang sempat kritis dirawat tanpa identitas, Oferius Laia, akhirnya bisa bernapas lega dan berkumpul kembali dengan istri tercinta di rumah, berkat misi kemanusiaan luar biasa yang digawangi oleh RSUD Mandau dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis yang mengantarnya langsung menggunakan ambulans rumah sakit.
Kisah pilu ini bermula ketika Oferius Laia mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Duri 13, tepatnya dekat Hotel Jekita, Jalan Lintas Duri - Dumai, Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, pada Selasa (20/10/2026) lalu. Akibat insiden tersebut, korban sempat mengalami luka berat dan dirawat intensif di RSUD Mandau tanpa mengantongi identitas.
Setelah identitasnya berhasil diurai melalui sistem biometrik berkat kerja sama lintas instansi, pihak Dinas Sosial menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Namun, bibi korban, Herdina Sibagariang, sempat menyampaikan kendala pilu bahwa pihak keluarga tidak memiliki biaya dan terkendala ongkos untuk menjemput atau membawa pulang sang keponakan dari rumah sakit.
Mendengar jeritan hati keluarga kurang mampu ini, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Mandau, drg. Armen Sosialisa Sihotang, M.H., langsung mengambil sikap tegas dan bergerak cepat berkoordinasi dengan Staf Rumah Singgah Dinsos, Sri Handayani, S.Psi.
"Sore kemarin Pak drg. Armen kembali menghubungi kami. Beliau menegaskan agar hari ini kita langsung bergerak mengantar korban pulang ke rumah istrinya menggunakan ambulans. 'Besok kita antarkan ke rumah istrinya jam 9 ya Bu', begitu arahan beliau. Tepat pukul sembilan pagi, ambulans dan tim langsung bergerak," ujar Sri Handayani.
Langkah pengantaran ini melibatkan koordinasi lintas wilayah yang cermat. Pendamping TKSK Dinsos, Lili Suryani, S.Pd.I., segera menghubungi Sekretaris Desa (Sekdes) Pamesi, Midun, untuk memastikan titik alamat domisili keluarga korban yang semula diinformasikan berada di wilayah Pamesi.
"Kata Pak Sekdes Midun, 'Kami tunggu, nanti kami antarkan ke rumahnya bersama Pak RT'. Setibanya kami di Pamesi dan didampingi Pak Sekdes, ternyata lokasi rumah yang dituju berada tepat di kawasan perbatasan Bathin Betuah," ungkap Lili Suryani.
Setibanya tim gabungan Dinas Sosial dan Sekdes Pamesi mengantarkan sang suami menggunakan ambulans RSUD ke kediamannya, suasana haru dan isak tangis seketika memecah keheningan rumah tersebut.
Di sinilah fakta pilu lain terungkap ke permukaan. Berdasarkan penuturan Lili Suryani, istri korban ternyata baru saja melahirkan dan saat ini tengah merawat bayi yang usianya baru menginjak satu bulan, di tengah ujian berat musibah kecelakaan yang menimpa kepala keluarganya.
Melihat kepedulian nyata dari pemerintah daerah yang mengantarkan langsung sang suami menggunakan fasilitas ambulans rumah sakit hingga ke depan pintu rumah di pelosok desa, pihak keluarga tak kuasa menahan air mata.
Mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada pihak RSUD Mandau dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis yang tidak tinggal diam, menunjukkan empati luar biasa, serta memastikan keselamatan kepulangan sang suami hingga tiba di pelukan keluarga tercinta tanpa dipungut biaya sepeser pun.(Erwin)




